CAHAYA KEMULIAAN

Cahaya Kasih Sayang Tuhanku itu lembut, Dia tidak akan pernah membiarkan Hamba-Nya menangis bersendirian.

Solat Dhuha - Sayedli

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 10:35 am on Sunday, December 9, 2007
Kelebihan Solat Dhuha

Berkata Abu Murrah Ath-Tha’ifi r.a. bahwasanya Nabi s.a.w. telah bersabda : Allah telah berfirman:

“Wahai anak Adam! Bersembahyanglah untuk Aku di awal pagi, niscaya Aku akan mencukupimu di akhirnya.”

(Riwayat Ahmad)

Hadis Qudsi ini menganjurkan kita mengerjakan Solat Dhuha yang mana antara faedahnya, Allah Ta’ala memberi jaminan akan melaksanakan segala keperluan-keperluan keduniaan manusia setiap hari.

Antara ibadat sunat yang dianjurkan dan menjadi amalan Rasullullah SAW sendiri ialah solat sunat Dhuha. Banyak hadis-hadis yang mengalakkannya dan menyatakan keutamaannya, antaranya dalam riwayat Abu Hurairah katanya:

“Kekasihku Rasullullah SAW telah berwasiat kepadaku tiga perkara, aku tidak meninggalkannya, iaitu ; supaya aku tidak tidur melainkan setelah mengerjakan witir, dan supaya aku tidak meninggalkan dua rakaat solat Dhuha kerana ia adalah sunat awwabin, dan berpuasa tiga hari daripada tiap-tiap bulan”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat yang lain Rasullullah SAW pernah bersabda yang maksudnya :

Pada tiap-tiap pagi lazimkanlah atas tiap-tiap ruas anggota seseorang kamu bersedekah; tiap-tiap tahlil satu sedekah, tiap-tiap takbir satu sedekah, menyuruh berbuat baik satu sedekah, dan cukuplah (sebagai ganti) yang demikian itu dengan mengerjakan dua rakaat solat Dhuha .”

(Hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun kelebihan sembahyang Dhuha itu sepertimana di dalam kitab “An-Nurain” sabda Rasullullah SAW yang maksudnya : “Dua rakaat Dhuha menarik rezeki dan menolak kepapaan.”

Dalam satu riwayat yang lain Rasulullah SAW bersabda yang maksudnya : “Barangsiapa yang menjaga sembahyang Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih dilautan.”
(Riwayat Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan daripada Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu berkata: “Aku mendengar Rasulullah SAW berkata: “Barangsiapa yang mengerjakan sembahyang sunat Dhuha dua belas rakaat dibina akan Allah baginya sebuah mahligai daripada emas

(Riwayat Ibnu Majah dan Tirmidzi)

Waktu sembahyang Dhuha ialah dari naik matahari sampai se-penggalah dan berakhir di waktu matahari tergelincir tetapi disunatkan dita’khirkan sehingga matahari naik tinggi dan panas terik.

Cara menunaikannya pula adalah sama seperti sembahyang-sembahyang sunat yang lain iaitu dua rakaat satu salam. Boleh juga dikerjakan empat rakaat, enam rakaat dan lapan rakaat. Menurut sebahagian ulama jumlah rakaatnya tidak terbatas dan tidak ada dalil yang membatasi jumlah rakaat secara tertentu, sebagaimana sebuah hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah bermaksud :”Adalah Nabi SAW bersembahyang Dhuha empat rakaat dan menambahnya seberapa yang dikehedakinya.” (Hadis riwayat Ahmad, Muslim dan Ibnu Majah)

Dalam sebuah hadis yang lain Nabi SAW bersabda bermaksud : ” Barangsiapa yang menunaikan sembahyang sunat Dhuha sebanyak dua rakaat tidak ditulis dia daripada orang-orang yang tidak lalai daripada mengingati Allah dan barangsiapa yang menunaikan nya sebanyak empat rakaat ditulis akan dia daripada orang-orang yang suka beribadat dan barangsiapa yang menunaikannya sebanyak enam rakaat dicukupkan baginya pada hari tersebut, barangsiapa menunaikanyan sebanyak lapan rakaat Allah menulis baginya daripada orang-orang yang selalu berbuat taat, barang siapa yang menunaikannya sebanyak dua belas rakaat Allah akan membina baginya mahligai didalam syurga dan tidak ada satu hari dan malam melainkan Allah mempunyai pemberian dan sedekah kepada hamba-hambaNya dan Allah tidak mengurniakan kepada seseorang daripada hamba-hambaNya yang lebih baik daripada petunjuk supaya sentiasa mengingatiNya,” (Riwayat At-Thabarani ).

Dahsyatnya Sedekah - KH Abdullah Gymnastyar

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 9:25 am on Sunday, December 9, 2007

KEDASYATAN IBADAH
Selasa, 18 September 07 - oleh : KH. ABDULLAH GYMNASTYAR

Dahsyatnya Sedekah

Sahabatku, dimanakah letak kedahsyatan hamba-hamba Allah yang bersedekah? Dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Turmudzi dan Ahmad, sebagai berikut :
Tatkala Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptkana gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya? "Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?"
Allah menjawab, "Ada, yaitu besi" (Kita mafhum bahwa gunung batu pun bisa menjadi rata ketika dibor dan diluluhlantakkan oleh buldozer atau sejenisnya yang terbuat dari besi).
Para malaikat pun kembali bertanya, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada besi?"
Allah yang Mahasuci menjawab, "Ada, yaitu api" (Besi, bahkan baja bisa menjadi cair, lumer, dan mendidih setelah dibakar bara api).
Bertanya kembali para malaikat, "Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada api?"
Allah yang Mahaagung menjawab, "Ada, yaitu air" (Api membara sedahsyat apapun, niscaya akan padam jika disiram oleh air).
"Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?" Kembali bertanya para malaikat.
Allah yang Mahatinggi dan Mahasempurna menjawab, "Ada, yaitu angin" (Air di samudera luas akan serta merta terangkat, bergulung-gulung, dan menjelma menjadi gelombang raksasa yang dahsyat, tersimbah dan menghempas karang, atau mengombang-ambingkan kapal dan perahu yang tengah berlayar, tiada lain karena dahsyatnya kekuatan angin. Angin ternyata memiliki kekuatan yang teramat dahsyat).
Akhirnya para malaikat pun bertanya lagi, "Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?"
Allah yang Mahagagah dan Mahadahsyat kehebatan-Nya menjawab, "Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya."
Artinya, orang yang paling hebat, paling kuat, dan paling dahsyat adalah orang yang bersedekah tetapi tetap mampu menguasai dirinya, sehingga sedekah yang dilakukannya bersih, tulus, dan ikhlas tanpa ada unsur pamer ataupun keinginan untuk diketahui orang lain.
Inilah gambaran yang Allah berikan kepada kita bagaimana seorang hamba yang ternyata mempunyai kekuatan dahsyat adalah hamba yang bersedekah, tetapi tetap dalam kondisi ikhlas. Karena naluri dasar kita sebenarnya selalu rindu akan pujian, penghormatan, penghargaan, ucapan terima kasih, dan sebagainya. Kita pun selalu tergelitik untuk memamerkan segala apa yang ada pada diri kita ataupun segala apa yang bisa kita lakukan. Apalagi kalau yang ada pada diri kita atau yang tengah kita lakukan itu berupa kebaikan.
Karenanya, tidak usah heran, seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas adalah orang-orang yang mempunyai kekuatan dahsyat. Sungguh ia tidak akan kalah oleh aneka macam selera rendah, yaitu rindu pujian dan penghargaan.
Apalagi kedahsyatan seorang hamba yang bersedekah dengan ikhlas? Pada suatu hari datang kepada seorang ulama dua orang akhwat yang mengaku baru kembali dari kampung halamannya di kawasan Jawa Tengah. Keduanya kemudian bercerita mengenai sebuah kejadian luar biasa yang dialaminya ketika pulang kampung dengan naik bis antar kota beberapa hari sebelumnya. Di tengah perjalanan bis yang ditumpanginya terkena musibah, bertabrakan dengan dahsyatnya. Seluruh penumpang mengalami luka berat. Bahkan para penumpang yang duduk di kurs-kursi di dekatnya meninggal seketika dengan bersimbah darah. Dari seluruh penumpang tersebut hanya dua orang yang selamat, bahkan tidak terluka sedikit pun. Mereka itu, ya kedua akhwat itulah. Keduanya mengisahkan kejadian tersebut dengan menangis tersedu-sedu penuh syukur.
Mengapa mereka ditakdirkan Allah selamat tidak kurang suatu apa? Menurut pengakuan keduanya, ada dua amalan yang dikerjakan keduanya ketika itu, yakni ketika hendak berangkat mereka sempat bersedekah terlebih dahulu dan selama dalam perjalanan selalu melafazkan zikir.
Sahabat, tidaklah kita ragukan lagi, bahwa inilah sebagian dari fadhilah (keutamaan) bersedekah. Allah pasti menurunkan balasannya disaat-saat sangat dibutuhkan dengan jalan yang tidak pernah disangka-sangka.
Allah Azza wa Jalla adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua hamba-Nya. Bahkan kepada kita yang pada hampir setiap desah nafas selalu membangkang terhadap perintah-Nya pada hampir setiap gerak-gerik kita tercermin amalan yang dilarang-Nya, toh Dia tetap saja mengucurkan rahmat-Nya yang tiada terkira.
Segala amalan yang kita perbuat, amal baik ataupun amal buruk, semuanya akan terpulang kepada kita. Demikian juga jika kita berbicara soal harta yang kini ada dalam genggaman kita dan kerapkali membuat kita lalai dan alpa. Demi Allah, semua ini datangnya dari Allah yang Maha Pemberi Rizki dan Mahakaya. Dititipkan-Nya kepada kita tiada lain supaya kita bisa beramal dan bersedekah dengan sepenuh ke-ikhlas-an semata-mata karena Allah. Kemudian pastilah kita akan mendapatkan balasan pahala dari pada-Nya, baik ketika di dunia ini maupun saat menghadap-Nya kelak.
Dari pengalaman kongkrit kedua akhwat ataupun kutipan hadits seperti diuraikan di atas, dengan penuh kayakinan kita dapat menangkap bukti yang dijanjikan Allah SWT dan Rasul-Nya, bahwa sekecil apapun harta yang disedekahkan dengan ikhlas, niscaya akan tampak betapa dahsyat balasan dari-Nya.
Inilah barangkali kenapa Rasulullah menyerukan kepada para sahabatnya yang tengah bersiap pergi menuju medan perang Tabuk, agar mengeluarkan infaq dan sedekah. Apalagi pada saat itu Allah menurunkan ayat tentang sedekah kepada Rasulullah SAW, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah seupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir; seratus biji Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui," demikian firman-Nya (QS. Al-Baqarah [2] : 261).
Seruan Rasulullah itu disambut seketika oleh Abdurrahman bin Auf dengan menyerahkan empat ribu dirham seraya berkata, "Ya, Rasulullah. Harta milikku hanya delapan ribu dirham. Empat ribu dirham aku tahan untuk diri dan keluargaku, sedangkan empat ribu dirham lagi aku serahkan di jalan Allah."
"Allah memberkahi apa yang engkau tahan dan apa yang engkau berikan," jawab Rasulullah.
Kemudian datang sahabat lainnya, Usman bin Affan. "Ya, Rasulullah. Saya akan melengkapi peralatan dan pakaian bagi mereka yang belum mempunyainya," ujarnya.
Adapun Ali bin Abi Thalib ketika itu hanya memiliki empat dirham. Ia pun segera menyedekahkan satu dirham waktu malam, satu dirham saat siang hari, satu dirham secara terang-terangan, dan satu dirham lagi secara diam-diam.
Mengapa para sahabat begitu antusias dan spontan menyambut seruan Rasulullah tersebut? Ini tiada lain karena yakin akan balasan yang berlipat ganda sebagaimana telah dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Medan perang adalah medan pertaruhan antara hidup dan mati. Kendati begitu para sahabat tidak ada yang mendambakan mati syahid di medan perang, karena mereka yakin apapun yang terjadi pasti akan sangat menguntungkan mereka. Sekiranya gugur di tangan musuh, surga Jannatu na’im telah siap menanti para hamba Allah yang selalu siap berjihad fii sabilillaah. Sedangkan andaikata selamat dapat kembali kepada keluarga pun, pastilah dengan membawa kemenangan bagi Islam, agama yang haq!
Lalu, apa kaitannya dengan memenuhi seruan untuk bersedekah? Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala dan pelipat ganda rizki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah!
Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Allah sendiri membuat perbandingan, sebagaimana tersurat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, seperti yang dikemukakan di awal tulisan ini.

10 puteri tak dilindungi bulan-Fatimah Busu

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 9:06 am on Sunday, December 9, 2007

Cerpen: 10 puteri tak dilindungi bulan

Oleh Fatimah Busu


10 Puteri Tak Dilindungi Bulan

Bertemasya di Pantai Sri Pengkalan
Satu kena rogol beramai-ramai
Tinggal lagi Sembilan.

"Apa pasal kamu semua tinggalkan dia seorang diri ? Tidak ajak dia balik dengan kamu semua ?"

"Kami tidak larat hendak tunggu dia lagi, makcik. Dia asyik duduk bercakap-cakap, gelak-ketawa dengan orang-orang lelaki … tiga empat orang …"

"Dia yang suruh kami jalan dulu, makcik. Dia kata akan ikut kami kemudian. Kami ingat dia ikut di belakang kami."

"Kamu semua memang tidak boleh harap! Bila mahu pergi pandai pula ajak pergi beramai-ramai. Bila balik, tinggalkan anak aku seorang diri."

"Sudahlah mamanya. Jangan marahkan anak orang. Kita yang benarkan dia ikut pergi. Kalau kita tidak benarkan lainlah cerita."

"Sekarang sudah jadi macam ni, nanti siapa yang pelahap mahu kahwin dengan dia ? Jantan mana yang pelahap buat bini ?"

"Cepatlah. Kita kena buat report polis segera. Kita kena bawa dia ke hospital … Heh, kamu kenalkah budak-budak jantan yang buat kamu itu ?"

"Kenal … abah …"

"Berapa orang ?"

"Empat …"

"Kamu tahu nama-nama dia ? Tempat tinggal dia ?"

"Seorang saja … yang lain tidak tahu."

"Sudahlah abahnya! Mari cepat buat report ! "

"Huuuuu … dahsyat betul makcik tu. Anak dia yang gatal, miang macam ulat bulu bila tengok jantan, kita pula yang disalahkan! "

"Makcik tu tak nampakkah pakaian anak dia tu … sudahlah pakai skirt pendek nampak seluar dalam, pakai pula baju pendek dedah perut, tayang belakang. Bukan ada lengan baju, pakai tali sangkut di leher saja macam baju dalam!"

"Baju kita ini pun nampak pusat juga!"

"Sekurang-kurangnya kita pakai seluar jean. Pakai tudung. Nampak pusat pun tak berapa sangat."

9 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Berpesta seks - video lucah di apartmen
Satu sempat dicekup pencegah maksiat
Tinggal lagi lapan.

"Hah! Padan muka si Saman tu … megah sangat anak perempuan dapat bekerja di kota! Jaja serata kampung anak jadi pegawai!"

"Pegawai kilang video lucah! Elok-elok duduk tolong ibu bapa buka kedai, mahu pergi cari kerja di kota. Konon mahu makan gaji."

"Aku hairan macam mana budak-budak tu boleh jadi tak waras macam tu …. Tidak ada rasa malu aibkah buat kerja begitu! Ramai-ramai pulak tu, bukan seorang-seorang."

"Nak malu, nak aib ni, kalau ada ilmu agama. Kalau tidak ada ilmu agama, nak rasa malu nak rasa aib apa! Setakat Melayu setakat Islam saja tak jadi apa! Setan-Iblis jadi raja!!!"

"Agaknya emak bapak dia orang tu tidak peduli hukum agama.…"

"Janganlah salahkan emak bapak saja. Mereka kena cari belanja nak tanggung keluarga. Masakan ada masa hendak awasi anak-anak dua puluh empat jam ! Anak-anak yang sudah besar panjang, sepatutnya tahulah bawa diri. Ini tidak. Setiap hari duduk keliling dengan video lucah di mana-mana. Tv pun dua kali lima juga. Dua puluh empat jam duduk tayang benda-benda yang merasuk fikiran orang muda. Lepas itu duduk buat konsert pula sana-sini setiap masa. Mana ibu bapak terdaya hendak kawal semuanya!"

8 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Pergi ke konsert Jom Heboh
Satu hilang ikut jantan
Tinggal lagi tujuh.

"Macam mana ayahnya! Sudah lima hari dia tak balik-balik … saya runsing sangat!"

"Hendak buat macam mana lagi. Kita dah buat report polis. Sudah masuk surat khabar. Dah tanya serata keluarga, serata daerah. Dah tanya kawan-kawan dia. Nak buat macam mana lagi ! Nak pergi redah di mana lagi !"

"Esok saya nak pergi jumpa bomoh … tentu bomoh tahu. …"

"Jangan! Jangan buat kerja karut, tu. Silap haribulan, syirik …."

"Habis ?"

"Kikta tunggu, kita tengok saja. Nanti kalau dia sedar langit itu tinggi, dia balik juga ke rumah."

7 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Jadi GRO di Kelab Nilam
Satu dibawa pulang oleh pelanggan dan dibunuh
Tinggal lagi enam.

"Ya Tuhan ! Kenapalah mereka buat begini dengan anak aku! Dia seorang anak yang baik. Kuat kerja. Tiap bulan kirim duit ke rumah …bantu ibu bapa. Bantu adik-beradik sekolah! Sekarang siapa lagi yang akan bantu kami!"

"Dunia sekarang memang kejam, puan … anak yang begitu baik pun boleh dikerjakan sampai begitu. Berapa sebulan dia kirim duit kepada puan?"

"Selalunya lima ratus sebulan. Kalau dekat raya, dia kirim sampai seribu. Katanya untuk beli kain baju raya adik-adik …."

"Dia kerja apa di KL, tu?"

"Katanya pegawai eksekutif syarikat .…"

"Syarikat apa, puan?"

"Kalau tak silap syarikat import eksport … katanya pangsapuri tempat dia tinggal tu bosnya yang bayar … bosnya baik … selalu bagi bonus dua tiga bulan sekali."

"Oh?"

6 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Berpesta arak dan karaoke di kota
Satu terus jadi pelacur
Tinggal lagi lima.

"Hei anak bertuah! Kautengok jam berapa sekarang baru pulang, hah?"

"Baru jam 3.00 pagi lebih sikit. Apa pasal ayah bising-bising tengah malam buta begini?"

"Kaucakap ! Kau buat apa di luar sana tu, hah?"

"Duduk-duduk sembang dengan kawan-kawan di rumah Anis. Tengok video … tak bolehkah? Masakan kena duduk terkelepuk di rumah dua puluh empat jam?"

"Sudahlah ayahnya. Budak tu baru balik. Penat. Biarkanlah dia berehat dulu. Esok bincanglah!"

"Awak pun satu. Suka sangat masuk sebelah anak. Entah dibuat apa-apa di luar tu. Nanti awak jangan pula hendak teriak-tangis! Awak tengok cara dia berpakaian, tu. Hari-hari tukar. Semua jenis yang mahal-mahal! Di mana dia kerobek duit membelinya? Awak tidak sedarkah? Itu, kereta yang dia bawa balik itu, kereta siapa?"

"Dia tu bekerja, bukan?"

"Kerja jadi pembantu kedai, masakan gajinya tiga empat ribu sebulan?"

5 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Satu disuruh seludup dadah dan ditangkap
Tinggal lagi empat.

"Yang Berhormat ! Tolonglah anak saya ! Dia tidak bersalah. Yang Berhormat tentu ada konteks dengan Pesuruhjaya Tinggi Jamaica! Tolonglah hubungi dia bagi pihak kami. Kami tidak tahu hendak buat apa lagi untuk membebaskan anak kami."

"Saya bukan tidak mahu tolong. Perkara ini bukan perkara kecil ! Lagipun dia ditahan di Jamaica… ada bukti kukuh dadah itu ada dalam beg pakaian dia."

"Saya sudah kata dia tidak bersalah. Dia kena nyanya teman lelaki dia. Kalau boleh bawa kes itu ke negara ini, bagaimana? Tidak bolehkah?"

"Saya minta maaflah. Saya sudah kata hal ini bukan dalam bidang kuasa saya. Kita nantilah tengok dulu."

4 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Bercinta dengan Mat Hitam Uganda
Satu sudah murtad hendak kahwin
Tinggal lagi tiga.

"Kau ajak aku teman kau ke Jabatan Pendaftaran ini kenapa, Masni?"

"Aku nak tukar nama dalam mykad. Lepas tu minta kebenaran buang perkataan Islam sama!"

"Kenapa ? Eh! Kau pakai rantai salib, Masni? Itukan lambang agama Kristian ?"

"Memang aku sudah masuk Kristian! Dia yang bagi rantai ini. Nama aku sekarang, Madeline."

"Haaaaaaaa ??? Ya, Allah ! Masni!!!"

Ya, lah. Aku hendak kahwin dengan dia. Dia tidak mahu masuk Islam. Jadi aku kenalah masuk agama dia, Kristian. Aku mahu buktikan kepada dia yang aku betul-betul cintakan dia. Sanggup seberangi lautan api! Sanggup minum racun tikus. Sanggup makan daging babi!"

"Astaghfirullah, Masni! Bagaimana dengan emak, ayah kau? Mereka tahukah?"

"Kalau mereka tahu pun bukan boleh buat apa-apa. Aku sudah lebih dua puluh dua tahun! Aku bukan jadi tanggungan mereka lagi!"

"Kau sudah habis fikirkah? Nanti teruklah emak ayah kau. Mana mereka hendak letak muka bila orang tahu anak mereka sudah murtad?"

"Aku cuma tukar agama saja. Aku bukan tukar ibu bapa! Mereka masih emak ayah aku. Lainlah kalau mereka tidak mahu aku jadi anak mereka lagi."

"Kalau mereka tidak mahu mengaku kau anak mereka bagaimana?"

"Tidak jadi apa-apa. Aku sudah ada dia. Orang yang paling aku cinta di dunia ini. Hendak buat apa lagi dengan orang lain!"

"Eh ! Eh ! Masni!!! Kau mahu belok ke mana, ni?"

"Aku terlajak. Simpang ke Jabatan Pendaftaran dah terlepas di belakang, tu.…"

Krrrrrrrreeeeeeeeooooookkkk!!! Bummmm!!!

"Woooiii ada kereta eksiden! Mari pergi tolong!"

"Wooohhh! Teruknya lori tu bagi! Sampai melayang pintu drebar!"

"Aku tengok kereta tu buat pusingan U, lori itu rempuh ! Tak sempat brake!"

"Ah, ada yang parah nampaknya … satu lagi nampak okey .…"

"Keluar dek ! Keluar dari kereta, boleh?"

"Bawa kawan saya keluar, dulu … saya okey. Saya boleh keluar sendiri."

"Mari kita angkat dia ramai-ramai … jaga kaki dia terkepit. Ah, dah patah. Pegang kepala. Oh, dahinya pecah. Hati-hati ! Ah, letak atas rumput di sini.…"

"Aaaarrrrgggg … aaarrrrgggg ….."

"Masni … Mas … Mas… mengucap … mengucap Mas .…"

"Aaarrrggg … aaarrrggg …."

"Mengucap Mas …ikut saya, mengucap … Laaa ilaaa haillallah … Laaaa ilaaa haillallah .…"

"Laaaa … ilaaaa .…"

"Kata, Laaa ilaaa haillallah …Mas ! Kata, Laaa ila haillallah .…"

"Laaa … ilaaa …."

"Massss … sebut Laaa ilaaa haillallah, Massss ! Masss… sebut Laaa ilaaa haillallah.…"

"Dia sudah tidak ada lagi dek …"

"Masss …sebut Laaa ilaaa haillallah …Masss …sebut …"

"Dia dah tak ada, dek… dah tak ada lagi !"

"Ah, Mas … Mas … mengapa tidak sebut sampai habis, Masssss … Laaa ilaaa,

tidak ada Tuhan, Massss ! Tidak ada Tuhan … !"

"Sudah, dek ! Ada surat khabar dalam kereta, nak tutup dia ?"

"… Dan sesiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya (agama Islam), lalu dia mati sedang dia tetap kafir, maka orang yang demikian rosak binasalah amal usahanya (yang baik) di dunia dan di akhirat, mereka itulah ahli neraka, mereka kekal di dalamnya." (Pimpinan al-Rahman, al-Baqarah ayat 217, hal.67)

"Menurut hukum faqeh, orang lelaki yang murtad boleh dihukum bunuh dan orang perempuan pula boleh dipenjarakan …" (Kamus Pengetahuan Islam, Haji Dasuki Ahmad, K/Lumpur: Yayasan Dakwah Islamiah, 1976, hal.238)

3 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Terjebak dengan kumpulan bohsia
Satu ditangkap bunuh bayinya
Tinggal lagi dua.

"Itulah perempuan yang buang bayi dia dekat tong sampah hari itu. Padan muka sudah kena tangkap."

"Buat kerja pandai. Hendak bertanggungjawab tak pandai. Kalau bagi pada orang lain apa salahnya. Ini dibungkus dalam beg plastik sampah, buang dekat tong sampah …."

"Dia ingat dia bijak ! CCTV dekat tong sampah itu lagi bijak rakam gambar muka dia."

"Eloklah kalau Majlis Perbandaran boleh pasang CCTV pada semua tempat buang sampah. Nanti senang hendak tangkap orang yang buang bayi."

2 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Jadi Minah Rempit bersama Mat Kutu
Satu mati eksiden ketika lumba haram
Tinggal lagi satu.

"Aku hairan sungguh. Macam tidak ada kerja lain dalam dunia ini hendak dibuatnya selain daripada berlumba haram macam ni. Betina pulak tu ! "

"Nak hairan apa, sudah jadi tren orang sekarang. Jadi Mat Rempit, jadi Minah Rempit ini glamor, tau tak?"

"Menyusahkan kerja kita saja. Nak tangkap bukan main susah lagi. Bila kena tangkap, senang-senang dibebaskan. Padan bila sudah ditangkap kenakan hukuman yang berat, jel sampai sepuluh tahun baru dia tahu! Setakat tahan lesen saja, jadi apa!"

"Buat semak dalam jel saja. Aku kata hantar ke pulau. Suruh duduk di situ sampai ke tua. Jangan benarkan balik ke kampung halaman lagi. Hidup pun bukan boleh beri manfaat apa-apa. Buat malu muka saja. Kata Melayu tapi ikut cara hidup orang Amerika. Kata Islam, tapi tak tahu dosa pahala!"

1 Puteri Tak Dilindungi Bulan
Sangat-sangat susah hati
Termenung-menung seorang diri
Bagai ayam mabuk tahi
Rasa hidup sunyi sepi
Berkurung dalam bilik setiap hari
Ibu bapa tak ambil peduli sibuk ke sana sini
Lalu terjun dari pangsapuri
Langsung diapun mati

"Janganlah kamu membunuh diri kamu /membunuh sesama orang Islam. Sesungguhnya Allah menyayangi kamu. Dan barangsiapa yang berbuat demikian secara menentang dan menganianyai diri, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka, dan hal yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (Pimpinan al-Rahman, an-Nisa, ayat 29-30, hal.155)

Puteri Lindungan Bulan, sebuah cerita lisan Kedah Tua tentang seorang puteri keramat yang jadi rebutan Kerajaan Acheh. Dikatakan pusaranya sentiasa terlindung oleh cahaya bulan.

BIODATA: Dr Fatimah Busu

PENGARANG veteran wanita ini mewarnai dunia sastera tanah air sejak 41 tahun lalu dan pernah berkhidmat di Universiti Sains Malaysia (USM). Antara karyanya, Koleksi Cerpen Al-Isra (10 cerpen) membawa persoalan falsafah, politik, agama, unsur mitos dan lagenda dalam sastera Melayu tradisional dengan tanggapan baru. Kumpulan Cerpen Lambaian Tanah Hijau memuatkan 15 cerpen dengan tema kritik sosial dan diterjemahkan ke pelbagai bahasa termasuk Inggeris, Belanda, Tamil, Perancis, Mandarin, Jerman dan Vietnam. Kumpulan Puisi Apa Ada Di Sana (2003), Antologi

Cerpen Keajaiban Alam (2004) manakala novelnya, Ombak Bukan Biru (1977), Kepulangan (1980), Salam Maria (2004), The Missing Piece - Bahagian I (2005) dan The Missing Piece - Bahagian II (2006) turut mendapat perhatian pengkaji.

Arti Seorang Sahabat -EKO

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 5:12 pm on Sunday, December 2, 2007

Kenapa disaat terjatuh kita ingin seseorang memeluk kita atau sekedar menemani kita? Mengapa juga ketika disakiti kita inginkan seseorang untuk tempat kita mengadu?

Mungkin kita akan menjadi sakit kembali ketika melihat atau mendengar seseorang yang kebetulan mirip dan dekat dengan orang yang pernah melukai kita. Adakalanya dengan ketakutan dan kebingungan kita memutuskan tidak akan pernah percaya dan mencintai siapapun lagi Kitapun merasakan senang jika ada seseorang yang selalu disisi kita saat sedih maupun saat senang.

Seseorang yang selalu membantu kita tanpa mengharap apapun selain senyuman kita Yang mengerti, yang memahami dan menerima kita apa adanya.

Beberapa dari kita menyebutnya sahabat perjalanan hidup Sebagian lebih sederhana mengatakan teman seperjuangan Bagi yang romantis menyatakan kekasih hati.Teruntuk yang telah menikah mengakui bahwa Tuhan menciptakannya agar kita tidak merasa kesepian. Sejauh mana beda dari semua itu?

Kenapa bersahabat?
Benarkah hidup terlalu keras untuk dijalani seorang diri?
Atau karena kita ingin menumpahkan rasa sayang dan cinta yang ada dalam hati?
Mungkinkah karena kita memiliki sesuatu yang sejalan hingga kita menyamakan orang lain dengan apa yang kita rasakan?

Sungguh! Betapa sulit mencari sahabat diwaktu kita tengah kesusahan. Dan benarlah betapa mudah mengajak seseorang untuk bergabung dalam kegembiraan kita

Memang….kita semua begitu tidak menyukai penderitaan, meski kita tahu tidaklah mungkin bisa lepas darinya. Meski kita semua tahu hidup hanyalah ritme bergantian antara kesedihan dan kesenangan.Walau kita sadar kebahagiaan hanya milik orang-orang yang pernah menderita dahulu .Dan tiap orang pastilah punya arti sendiri dalam memaknai penderitaan dan kebahagiaan

Siapa yang kau anggap sahabat?
Apakah seseorang yang tiada pernah menyakitimu?
Mungkinkah seseorang yang tidak akan pernah meninggalkanmu?
Betulkah seseorang yang kamu memutuskan untuk mempercayainya?
Atau seseorang yang tidak pernah mengatakan kebaikannya padamu?

Seumpama kita bisa mendengar hati orang lain dan memang benar mau mendengar?
Tak pernah ada yang mempunyai cita-cita untuk jadi orang jahat dan hidup tidak berbahagia.Seandainya kita bisa melihat dan memang benar mau melihat?
Ketika seseorang tengah tertidur pulas Kita akan bisa untuk lebih berfikir beberapa kali sebelum berani sekedar berprangsangka keji apalagi untuk menyakitinya.. Tetapi kenapa itu terkadang terpaksa harus?

Disaat kita tiba-tiba merasa peduli dengan seseorang, kita seolah bisa merasakan apa yang sedang menjadi bebannya dan kita ingin meringankannya. Namun terkadang kita sangat acuh kepada seseorang yang benar-benar membutuhkan kita.

Apa yang kita cari?
Untuk siapa dan untuk apa kita di ciptakan didunia ini?
Apa beda kita dengan orang lain?

Sedalam kelemahan kita harusnya kita lebih sering berkata "maaf" dibanding "aku’ jika kita memang manganggapnya sahabat.Setinggi keinginan kita harusnya kita lebih berbahagia berkata "aku tidak mau merepotkanmu" dibanding "mengertilah diriku" jika kita telah mengerti bahwa dia sahabat kita.

Membayangkan kita berbahagia sendiri sedang sahabat-sahabat kita kesusahan haruskah kita makan dan tidur dengan tenang?
Mungkin lebih baik semua sahabat telah berbahagia dan kita turut berbahagia meski itu harus berbohong demi perasaan itu.
Karena surga masih terlalu luas untuk semua ini, kenapa tidak berbagi?

Bertahanlah, karena sahabatmu adalah semua yang pernah hadir dalam hatimu. Berterimakasihlah, sahabatmu adalah semua yang telah membentukmu hingga kamu menjadi seperti sekarang ini.Bersiaplah, karena kamu akan masih kehilangan banyak sahabat untuk menemukan sahabat-sahabat baru sepanjang perjalannan hidupmu.

Dan berdo’alah semoga semua sahabat bisa berkumpul bersama di surga nanti……

Prinsip-prinsip Kebahagian -EKO

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 4:53 pm on Sunday, December 2, 2007
Manusia bahagia
bila ia bisa membuka mata, untuk menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti.

Manusia bisa bahagia
bila ia mau membuka mata hati, untuk menyadari betapa ia dicintai.

Manusia bisa bahagia
bila ia mau membuka diri, agar orang lain bisa mencintainya degan tulus.

Manusia tidak bahagia
karena tidak mau membuka hati, berusaha meraih yang tidak bisa diraih, memaksa untuk mendapatkan segala yang diinginkan, tidak mau menerima dan mensyukuri yang ada.

Manusia buta

karena egois, dan hanya memikirkan diri, tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik. Selalu berusaha meraih lebih dan tidak mau sadar karena serakah. Ada teman yang begitu mencintai, namun tidak diindahkan. Karena memilih, menilai dan menghakimi sendiri.

Memilih teman dan mencari-cari, padahal di depan mata ada teman yang sejati. Telah memiliki segala yang terbaik, namun serakah. Ingin dirinya yang paling diperhatikan, paling disayang, selalu menjadi pusat perhatian, selalu dinomor satukan. Padahal….Semua manusia memiliki peranan

Hebat dan no.1 dalam satu hal, belum tentu dalam hal lain. Dicintai oleh satu orang, belum tentu oleh orang lain.

Kebahagiaan bersumber dari dalam diri sendiri.
Jikalau berharap dari orang lain…. siaplah ditinggalkan, siaplah dikhianati.
Kita akan bahagia bila bisa menerima diri apa adanya.
Mencintai dan menghargai diri sendiri, mau mencintai orang lain, dan mau menerima orang lain.

Percayalah kepada Tuhan. Dan bersyukurlah kepadanya, Bahwa kita selalu diberikan yang terbaik sesuai usaha kita.

From : Ezy Zio

Ada kekuatan dalam cinta - EKO

Filed under: Uncategorized — nurfakhzan at 9:50 am on Sunday, December 2, 2007

Ada kekuatan di dalam cinta,
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya
Untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan dalam tawa kegembiraan,
Orang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri,
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan
Dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam kesabaran,
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu
Dan ia tidak pernah merasa disakiti.

Ada kekuatan di dalam kemurahan,
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya
Untuk melakukan yang baik bagi sesamanya.

Ada kekuatan di dalam kebaikan,
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia bisa selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam kesetiaan,
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi
Dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama.

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan,
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri,
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu keduniawian.

Sadarkah teman bahwa engkau juga memiliki cukup Kekuatan untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup ini?
Dimanapun, seberat dan serumit apapun juga.
Karena pencobaan tidak akan pernah dibiarkan melebihi kekuatan kita.
~~ GOD WILL MAKE A WAY!

From : Eko [supportsmg@intraco.co.id]